November 17, 2011 at 4:26am
Puncak gunung Rinjani diyakini oleh
masyarakat Lombok sebagai tempat yang disucikan, dan danau Segara Anak-nya
dijaga oleh Dewi Anjani. Kita jadi berpikir, apa sih yang membuat Rinjani
menjadi sebegitu pentingnya sehingga dilindungi baik oleh manusia dan dewa? Jawabannya
adalah: mahakarya panoramanya. Kealamian yang dimiliki gunung yang menjadi
latar belakang utama pemandangan Lombok utara ini memang sangat layak untuk
dijaga dan dinikmati. Oleh Dewi Anjani dan oleh kita semua.
Gunung Rinjani memiliki lima rute
pendakian, masing-masing memiliki keindahan visual dan tingkat kesulitannya
sendiri-sendiri. Mari kita bandingkan dua rute yang paling banyak dilewati oleh
pendaki: rute Senaru dan dan rute Sembalun Lawang. Rute dari desa Senaru
berbentuk tanjakan yang tiada henti. Tetapi sepanjang perjalanan, kita akan
dilingkupi oleh pepohonan yang hijau. Saat sudah melewati kawasan perhutanan
dan memasuki area puncak gunung, lihatlah ke belakang dan kita akan melihat
hamparan pohon yang bergerak-gerak lembut tertiup angin. Walaupun menanjak,
rute Senaru adalah rute yang paling dekat dengan puncak Rinjani.
Sembalun Lawang adalah rute yang
paling banyak diambil pendaki pemula karena konturnya yang lebih datar.
Perjalanan ini akan membawa kita mengarungi padang rumput sabana luas dengan
hutan-hutan pinus. Kita lebih leluasa melihat Lombok dari ketinggian karena
tidak tertutupi pepohonan. Kesulitan biasanya mulai dirasakan saat mulai meniti
bagian bibir kawah gunung Plawangan Sembalun, tapi ini sebenarnya pertanda
bahwa kita akan segera dibayar oleh pemandangan puncak Rinjani. (Puncak gunung
Plawangan Sembalun ini mengantarkan kita ke bahu gunung Rinjani. Untuk mencapai
puncak Rinjani, tinggal mengambil jalan lurus selama 3-4 jam.)
Momentum summit attack (3.726
meter dpl) Rinjani umumnya dilakukan di waktu dini hari agar ketika sampai
bertepatan dengan terbitnya matahari. Setelah melihat matahari terbit, mata
kita akan kembali dihibur ketika kawah Segara Muncar sedikit demi sedikit
diterangi oleh matahari. Seakan-akan tiap keindahan disajikan dengan timing-nya
sendiri-sendiri.
Tapi keindahan gunung tertinggi
ketiga di Indonesia itu belum berakhir (oh, jauh sekali dari berakhir). Setelah
kita kembali dari puncak Sembalun, ambil jalur ke kanan dan kita akan sampai di
reward terbesar para pendaki Rinjani, danau Segara Anak.
Dari atas, Segara Anakan terlihat
menyerupai laut. Warnanya biru sekali. Segara Anakan membentang dengan luas
sekitar 11.000.000 meter persegi. Air mengalir dari danau sedalam 230 meter
ini, membentuk sebuah air terjun pada jurang yang curam. Kadang, bau dupa atau
kembang sesaji yang diletakkan oleh masyarakat beragama Hindu akan tertangkap
hidung kita, membuat suasana menjadi terasa lebih spiritual.
Kalau bisa berkemah di tepian danau,
asyik sekali. Di sini pendaki bisa memancing ikan mas dan mujair, dan berendam
air panas. Konon, air Danau Segara Anak yang mengandung belerang ini dapat
menyembuhkan penyakit kulit, rematik dan penyakit lainnya.
Pada tahun 1944, Dewi Anjani
sepertinya ingin menambahkan sesuatu yang baru di Segara Anak. Maka, terjadilah
letusan yang melahirkan gunung Baru (atau Barujari) di pinggir danau. Gunung
Barujari yang memiliki kawah seluas 34.000 m persegi ini bisa menjadi
alternatif bagi kamu yang masih belum puas hiking, tapi sudah terlalu
lelah untuk mendaki puncak Rinjani. Sebagai catatan, gunung Barujari pernah
meletus pada tahun 2009 dan 2004. Jadi, jangan lupa untuk mencari tahu status
gunung ini dari para penjaga, ya.
Lalu yang pasti tidak akan mungkin
kelewatan dalam perjalanan ”menaklukan” Rinjani adalah keindahan danau Segara
Anakan.
Di
Taman Nasional Gunung Rinjani juga terdapat 3 gua yang terkenal yaitu Gua Susu,
Gua Payung, dan Gua Manik. Yang paling menarik adalah gua Susu, yang dikenal
dapat menjadi media bercermin diri, sering di gunakan sebagai tempat
bermeditasi. Menurut kepercayaan setempat, orang-orang yang berhati dengki akan
mendapat kesulitan untuk memasuki gua. Lubangnya memang sempit. Namun sebaliknya,
orang orang yang berhati mulia, bersih lahir batin akan dapat masuk sana.
Percaya atau tidak, silakan dicoba Yang jelas dalam Gua Susu, suhu cukup
panas dan berasap sehingga dikatakan cocok untuk menyembuhkan segala macam
penyakit di badan.













0 komentar:
Posting Komentar